Dari Nagan Raya hingga Aceh Barat Daya, Kiprah Ustaz Jamaluddin Muda Memimpin Dua Pesantren di Usia Muda
Pernah memimpin pesantren di Nagan Raya, Ustaz Jamaluddin Muda kini dipercaya mengasuh pesantren di Aceh Barat Daya dan aktif berdakwah.
![]() |
| Foto saat pemberian ijazah Khalifah oleh Abuya h.mawardi waly LC MA , pimpinan pesantren Darussalam labuhan haji |
NAGAN RAYA - Di tengah regenerasi kepemimpinan pesantren di Aceh, nama Ustaz Jamaluddin Muda atau yang akrab disapa UJM mulai dikenal sebagai salah satu ulama muda yang dipercaya memimpin lembaga pendidikan Islam pada usia relatif muda.
Perjalanan kepemimpinannya dimulai pada 2021 ketika ia ditunjuk sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Jadid di Gampong Ladang Baro, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Penunjukan tersebut dilakukan oleh Bupati Nagan Raya saat itu, H. Jamin Idham.
Peresmian pesantren turut dihadiri unsur pemerintah daerah, mulai dari keuchik, camat, anggota DPR, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Selama memimpin Pondok Pesantren Nurul Jadid pada periode 2021–2022, Ustaz Jamaluddin Muda membina sekitar 300 santri. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 santri menetap di asrama.
Selain mengelola pendidikan pesantren, Ustaz Jamaluddin Muda juga aktif dalam kegiatan dakwah. Ia mendirikan Majelis Tausiyah Zikir Indonesia (MTZI Indonesia) di Jakarta sebagai wadah pembinaan keagamaan.
Majelis tersebut kemudian berkembang di sejumlah wilayah, di antaranya Kota Tangerang dan Jakarta Barat. Dalam perkembangannya, MTZI Indonesia juga membuka cabang di Aceh.
Sebagai Ketua MTZI Indonesia, Ustaz Jamaluddin Muda mengatakan organisasi yang dipimpinnya diharapkan dapat menjadi ruang pembinaan umat melalui kegiatan zikir, tausiyah, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Kepercayaan kembali diberikan kepadanya pada 2026 ketika ditunjuk sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Muarrif Tsalis di Gampong Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Pengangkatan tersebut dilakukan oleh Keuchik Gampong Geulima Jaya dan disaksikan tokoh masyarakat serta warga setempat.
Di bawah kepemimpinannya, pengelola pesantren menyebut minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Pondok Pesantren Raudhatul Muarrif Tsalis mulai meningkat. Pesantren tersebut juga terus melakukan pengembangan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan santri.
Sebelum aktif di bidang pendidikan dan dakwah, Ustaz Jamaluddin Muda juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada 2018.
Pada 2023, ia menerima amanah sebagai Khalifah Suluk dari Abuya H. Mawardi Waly, Lc., M.A., Pimpinan Pesantren Darussalam Labuhan Haji. Amanah tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya dalam pembinaan spiritual dan pengembangan dakwah di tengah masyarakat.
Bagi Ustaz Jamaluddin Muda, pendidikan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan akhlak generasi muda.
Melalui kiprahnya di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat, ia berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang memiliki pemahaman keislaman, berakhlak, serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
