SWIPE UP TO READ

Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana

Ribuan warga mengikuti apel kebangsaan di Takengon. Forum ini juga menjadi momentum pemulihan psikologis masyarakat setelah bencana

THE ATJEH NET
— Ribuan warga dataran tinggi Gayo berkumpul di Lapangan Pacuan Kuda Kampung Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Takengon, Aceh Tengah, Ahad, 30 Agustus 2026. Mereka mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tengah.

Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran mengatakan situasi keamanan Aceh saat ini relatif kondusif. Ia meminta masyarakat mempertahankan kondisi tersebut dan menjaga Aceh tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sejak Indonesia merdeka, Provinsi Aceh adalah salah satu daerah modal. Saya selaku putra daerah mengimbau tetap jaga agar Aceh tetap damai sesuai komitmen kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ali.

Menurut dia, menjaga keamanan perlu berjalan bersamaan dengan pemulihan kehidupan masyarakat, terutama setelah bencana yang berdampak pada sejumlah wilayah Aceh.

Ia mengatakan TNI Angkatan Darat bersama pemerintah daerah terus mendorong percepatan pemulihan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan, agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Apel kebangsaan tersebut juga diisi deklarasi dan doa bersama. Kegiatan itu sekaligus dikaitkan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui penyelenggaraan pacuan kuda tradisional.

Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat dan menjaga daerah tetap aman.

Namun, ia mengingatkan pacuan kuda tidak boleh menjadi ruang bagi aktivitas yang bertentangan dengan hukum maupun norma masyarakat.

“Pacuan kuda adalah tradisi, budaya, dan hiburan rakyat, bukan tempat untuk merusak moral. Pelestarian budaya ini harus berjalan seiring dengan nilai-nilai agama, adat, dan norma yang berlaku,” ujar Haili.

Pemerintah daerah melarang aktivitas perjudian serta tindakan lain yang melanggar syariat Islam, hukum, adat, dan ketertiban umum selama kegiatan berlangsung.

Pacuan Kuda dan Pemulihan Pascabencana

Selain menjadi ajang olahraga dan pelestarian tradisi, pacuan kuda di Takengon dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan pemulihan sosial masyarakat pascabencana.

Keramaian di arena pacuan diharapkan dapat menjadi ruang interaksi dan hiburan bagi masyarakat setelah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan pacuan kuda juga memiliki sisi pembinaan olahraga. Ia menilai arena H.M. Hasan Gayo dapat menjadi salah satu lokasi pembinaan atlet untuk menghadapi PON XXII/2028.

“Kejuaraan pacu kuda ini memberikan dampak positif untuk melanjutkan tradisi, sekaligus melakukan pembinaan atlet untuk PON XXII/2028 nanti,” kata Marciano.

Apel kebangsaan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Di antaranya Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar, Bupati Gayo Lues Suhaidi, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto serta jajaran pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.

Kegiatan tersebut menempatkan pesan damai, pemulihan masyarakat, dan keberlanjutan aktivitas sosial sebagai bagian dari momentum peringatan kemerdekaan di dataran tinggi Gayo.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana
  • Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana
  • Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana
  • Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana
  • Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana
  • Apel Kebangsaan di Gayo, Forkopimda Aceh Tengah Serukan Aceh Tetap Damai Pascabencana